Selasa, 20 April 2010

SANDIWARA ALAM

Panas terik sang surya
serasa membakarku

Tetesan sang hujan
serasa menyiramku

Dingin sang kelam
serasa menusukku

disini kuberada
disini kuterbakar
disini kutersiram
disini kutertusuk

Dulu…
kau hangatkanku
kau percikkanku
kau sejukkanku

Mengapa…
semua seperti sandiwara
awal begitu indah
seakan menyeretku
terbawa
dalam keterlenaan
Nirwana

Namun…
kini harus berakhir
tergantikan
sedih
sesal
Dan sakit tak terperi

Apa rahasia-MU
Yaa… Tuhanku…
akan hidup dan matiku

1 komentar: